Saturday, 29 August 2015

Macro Challenges in Indonesia Cyber Security - Indonesia Tech Day 2015

Jakarta, 26 Agustus 2015 – Telin berkolaborasi dengan Akamai menyelenggarakan seminar Tech Day 2015 yang dihelat di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2015). Peserta seminar ini adalah Corporate Customer dari Perbankan, Media Broadcasting, Ecommerce, Transportation dan Perusahaan perusahaan yang menggunakan internet sebagai sarana utama dalam bisnis mereka. Seminar kali ini mengusung tema utama “Macro Challenges in Indonesia Cyber Security”.


Direktur Marketing and Sales Telin, Natigor Sitorus yang membuka acara dalam sambutannya mengatakan bahwa cyber security telah menjadi isu terpenting dalam semua sektor industri saat ini, karena saat ini baik di Indonesia maupun di Global tidak satupun perusahaan dalam suatu industri yang tidak menggunakan intenet untuk bisnis dan operasional mereka. Meningkatnya ancaman terhadap keamanan internet berarti mengancam existensi bisnis suatu perusahaan yang berpotensi sangat merugikan dan bahkan mampu menhancurkan kredibilitas suatu perusahaan. . “Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif perusahaan untuk berbagi wawasan tentang perkembangan teknologi informasi khususnya Internet sebagai ecosystem bisnis yang sudah sedemikian cepat dan komplex, tidak ayal lagi cyber security menjadi suatu kensicayaan. Selain itu, sekilas dalam menjelaskan visi Telin, bahwa Telin sebagai perusahaan global yang berasal dari Indonesia, Telin ingin menshare informasi terkini tentang IT solution dan membantu dan memberi support kepada Corporate Customer di Indonesia untuk mencapai business goal mereka. papar Natigor.

Natigor menambahkan bahwa seminar tech day 2015 yang merupakan hasil kolaborasi antara Telin, Telkom, dan Akamai ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mencari solusi bagaimana menghadapi bahaya yang diakibatkan dari cyber attack.
Head of security product Akamai, Amol Mathur pada kesempatan tersebut mengatakan trend cyber attack terhadap perusahaan – perusahaan baik besar maupun kecil sangat tinggi. Trend Cyber attack saat ini dan yang paling sering dilakukan oleh hacker adalah DOS (denial of service) dan DDOS (Distibuted Denial of Service) serta teknik SQL injection. “, yang paling berbahaya dari attack ini adalah DDOS,” papar Amol.


Lebih rinci ia menjelaskan bahwa DDOS merupakan jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server melalui jaringan internet global, dimana hacker dengan simple klik dari suatu lokasi dapat mengirimkan request yang disebut sebagai ‘Zombie’ karena jumlahnya bisa jutaan bahkan milyaran kepada suatu server tertentu di suatu lokasi, yang menyebakan congest dan sever down. Berapapun besarnya kapasitas bandwith yang dimiliki perusahaan tetap saa akna exhausted. Akibatnya Server komputer perusahaan tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar atau down time berkepanjangan. Kerugaian lainnya sistem firewall conventional tidak mampu mendetek serangan DDOS sehingga tidak dapat meseleksi good customer untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.

 “Apa yang terjadi bila serangan tersebut menyerang server yang ada pada perusahaan saudara – saudara sekalian. Bisa dibayangkan berapa kerugian yang dihasilkan dari serangan tersebut mulai dari materi dan non materi. Lebih dari itu, perusahaan akan banyak kehilangan pelanggan yang akan beralih ke perusahaan kompetitor,” paparnya. Pada akhir paparannya, ia menjelaskan tentang kelebihan – kelebihan yang dimiliki Telin dan Akamai dalam menghalau kejahatan dunia internet. Paparannya selanjutnya adalah dari VP Innovation Management dan VP Customer Relationship Management Garuda Indonesia, Wibawa Prasetyawan, dan Senior Security Sales Specialist untuk Asean, William Chau. Acara diakhiri dengan diskusi panel serta foto bersama dilanjutkan dengan makan siang.

No comments: